Geger, Mahasiswa pertanyakan uang KKN, Ini tanggapan LPKM-UMI

Geger, Mahasiswa pertanyakan uang KKN, Ini tanggapan LPKM-UMI

Suarahijau.com, Makassar– Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) pertanyakan dana Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang  berjumlah sebanyak 1,3 Juta Rupiah pada saat pembengkalan KKN yang diselengarakan oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM-UMI) pada hari Jumat, (5/11/2021).

Salah satu mahasiswi Fakultas Sastra (FS-UMI), Santi (nama samaran untuk mencegah kekerasan akademik), pertanyakan dana KKN reguler yang sebelumnya telah dibayar oleh setiap mahasiswa di LPKM sebagai penyelengara KKN, akan tetapi  setelah mendapatkan pembekalan KKN, para mahasiswa tersebut dikejutkan dengan mendapatkan penjelasan dan arahan musti menanggung pembiayaan transportasi dan program kerja menggunakan uang pribadi saat nantinya akan melakukan agenda KKN-nya di Kab.Enrekang.

“transportasi kesana urus sendiri dan begitupun biayanya jadi terserah mau menggunakan kendaraan apa kemudian tidak ada uang saku dari kampus dan biaya proker ditanggung masing-masing dan mengenai pertanyaan saya uang 1,3 juta itu untuk apa?, ” tanya Santi saat melakukan pembengkalan melalui zoom.

BACA JUGA :

Setelah Santi bertanya kepada Ketua LPKM-UMI, Prof. Dr. H. Achmad Gani, SE., M.Si. kemudian ditanggapi balik bahwasanya belum ada izin dari pihak Pemerintah Daerah (Pemda) setelah mereka bersurat keseluruh Bupati di setiap daerah untuk melaksanakan KKN regular.

“LPKM selaku penyelengaran kegiatan KKN ini, telah menyebarkan surat ke Bupati untuk meminta pelaksanaan KKN regular, sampai detik ini pemda belum diberi izin untuk menciptakan kerumunan, ” jelas Achmad Gani menanggapi pertanyaan Santi, Via Zoom.

Achmad Gani, kemudian menambahkan mengenai dana 1,3 juta rupiah, jika dana tersebut memiliki kelebihan, maka akan diperuntukan untuk pembangunan gedung-gedung yang ada di UMI dan dia juga mengungkapkan bahwa mahasiswa Fakultas Sastra (FS), bisa mendapatkan fasilitas yang baik karena mendapatkan subsidi dari Fakultas lainnya di lingkup UMI.

“dananya satu juta tiga ratus (1,3 juta rupiah) kalau ada sisanya itu digunakan untuk membangun gedung-gedung bertingkat, coba hitung-hitung SPP kalian, bisa tidak kalian membangun gedung dua lantai tiga lantai, jadi semua itu sudah di perhitungkan dengan baik, UMI bisa jadi  seperti saat ini karena menganut subsidi silang, selama ini Fakultas sastra berapa jumlah mahasiswanya hingga bisa menikmati Fasilitas yang ada karena disubsidi oleh fakultas lain, ” tambahnya.

Di kutip dari media parepos.co.id bahwa, Bupati Enrekang, Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd menerima secara resmi para mahasiswa, dalam acara yang digelar di Mitra Farm Maiwa, Kamis 7 Oktober 2021. Acara itu dilaksanakan dengan menerapkan prokes ketat.

“Selamat datang dan selamat mengabdi di Bumi Massenrempulu. Kehadiran mahasiswa KKN dari UIN selalu menjadi kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Enrekang, ” kata MB.

Redaktur : Suqad BYS

Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca