Mubes HIMIKOM Hadirkan 3 Calon Ketua

Penulis: Febrianti S

Editor: Paldi

Debat Kandidat pasangan calon ketua umum dan wakil ketua umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (HIMIKOM UMI) meriahkan acara Pembukaan Mubes XII HIMIKOM UMI di Bencaos Foodcourt, Makassar, pada Sabtu (12/06/21).

Acara Pembukaan Mubes XII HIMIKOM UMI dibuka resmi oleh Abdul Majid selaku Wakil Dekan III Fakultas Sastra UMI. Serangkaian acara tersebut juga disiarkan langsung di akun Instagram HIMIKOM UMI dan via zoom pukul 10.00 WITA sampai di penghujung acara selesai.

Debat tersebut diikuti oleh tiga pasangan calon diantaranya Paslon nomor urut 01 Safwan S – Bella Aulia Rahman, Paslon nomor urut 02 Muhammad Akbar – Zainur Rafiq, dan Paslon nomor urut 03 Muhammad Syangaji Dwi Putra – Delza Algiwity.

Dengan mengusung tema “Memproyeksikan Himikom Lima Tahun Kedepan”, debat tersebut melahirkan berbagai perspektif terhadap visi misi yang dipaparkan setiap pasangan calon.

Calon wakil ketua nomor urut tiga, Delza Algiwity menegaskan bahwa inti dari visi misi mereka terletak pada digitalisasi.

“Kami bertekad dalam meningkatkan daya saing Himikom Umi terhadap perkembangan digitalisasi untuk dapat bersaing di luar lingkup UMI,” ungkap Delza.

Sementara itu pasangan calon nomor urut dua memaparkan visi misi mereka yang berfokus pada inovasi.

“Kader HIMIKOM UMI membutuhkan hardskill dan softskill untuk menghadapi zaman yang semakin berkembang dan kecepatannya semakin cepat, makanya kami akan menerapkan kepada kader-kader agar dia dapat mengerti tentang teknologi dan mampu berpikir kritis,” Ungkap Zainur Rafiq, selaku calon wakil ketua nomor urut dua.

Pasangan calon nomor urut satu juga menuturkan bahwa mereka mengutamakan pengembangan kader HIMIKOM UMI.

“Tujuan yang paling kami utamakan adalah bagaimana kader diharapkan dapat lebih berani mengaktualisasikan ilmu yang dimiliki dari HIMIKOM itu sendiri,” tutur bella selaku calon wakil ketua nomor urut satu.

Angga, selaku panitia pelaksana, mengungkapkan bahwa setiap pasangan calon memiliki karakteristik dan jiwa kepemimpinan dalam dirinya, sehingga sulit untuk memutuskan siapa kira-kira yang akan memegang tongkat komando kepemimpinan periode selanjutnya.

“Pada saat pemaparan visi misi, menjawab pertanyaan sesama paslon, maupun pertanyaan dari tamu undangan, mereka semua mampu membuat orang-orang yang hadir terpukau dan percaya atas apa yang mereka paparkan,” pungkasnya.

Sepatah kata dari saya cintai aku secinta-cinta mu bencilah aku sebenci-benci mu, ketika kau ingin pergi lalu ingin kembali, kembalilah, karena HIMIKOM akan selalu ada untuk mu,” tutupnya.

Penulis

Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.